AGUSTIYA ADI CHANDRA.

Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman.

KAHLIL GIBRAN

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.... seperti isyarat yang tak sempat dikirim awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

BRUCE LEE

Jangan menjadi pohon kaku yang mudah patah, jadilah bambu yang mampu bertahan melengkung melawan terpaan angin.

Ir. SOEKARNO

Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca benggala dari pada masa yang akan datang.

RIWAYAT ALI BIN ABI THALIB

Jauhilah kebiasaan mengunjing karena menyebabkan tiga bencana. Pertama, doa takterkabul. Kedua, amal kebaikan tak diterima. Ketiga, dosa bertambah.

Tampilkan postingan dengan label Asal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Desember 2013

MAKET SMA NEGERI 2 LUBAI









Jumat, 01 Februari 2013

Tam-Tam Duku

Tam-Tam Duku

1.  Sejarah Tam-Tam Duku
     Tam-tam duku adalah permainan tradisional yang belum diketahui secara pasti darimana asalnya, tetapi telah dimainkan di berbagai daerah dengan nama berbeda-beda seperti bang kelabang.
     Tam-tam duku sering kali dimainkan oleh anak-anak umur 5-10 tahun dimana mereka memainkan permainan ini untuk mengisi waktu luang, jam istirahat sekolah dan untuk mempererat rasa kesetiakawanan dalam suatu daerah.

2.  Permainan Tam-Tam Duku
     Tam-tam duku adalah permainan yang dimainkan oleh 2 tim yang terdiri dari 5-10 orang, masing-masing tim dipimpin oleh 1 orang yang disebut dengan “Umak” yang telah memilih satu kata kunci untuk menjadi kata pilihan bagi setiap anggota yang ikut bermain tam-tam duku. Permainan ini dimulai dengan nyanyian dimana dalam hal ini menentukan anggota untuk masing-masing pemimpin “Umak”, dan diakhiri dengan memperebutkan daerah kekuasaan dari masing-masing pemimpin dengan cara saling tarik menarik.

3.  Lapangan Permainan Tam-Tam Duku
     Tam-tam duku tidak memiliki ukuran lapangan yang pasti, sehingga dapat dimainkan di berbagai tempat, seperti:
·         Tanah Lapang
·         Lapangan Sekolah
·         Halaman Rumah

4.  Langkah-Langkah Permainan
  1. Anggota permainan ini minimal 10 orang atau lebih.
  2. Menentukan masing-masing pemimpin “Umak” untuk 2 tim.
  3. Setiap umak telah memiliki 1 kata kunci pilihan, seperti: “Mobil atu Rumah”.
  4. Masing-masing  umak merentangkan tangan ke depan sehingga membentuk suatu terowongan yang akan dilalui oleh anggota permainan ini.
  5. Setiap anggota melewati terowongan yang telah dibuat oleh umak sambil menyanyikan lagu “Tam-Tam Duku Selereng Tanggal Satu Mata Bening Mata Hantu Anak Belakang Copot Hantu”.
  6. Setelah lagu selesai dinyanyikan, ke dua umak merapatkan tangan untuk menangkap anggota permainan yang akan ditanya dengan 2 pilihan kata kunci yang telah dipilih oleh masing-masing umak. “Mau Rumah atau Mobil?”.
  7. Anggota permainan yang telah memilih kata kunci dari salah satu umak manjadi anak dari umak dan ikut di belakang umak. Hal ini dilakukan berulang kali sampai anggota permainan habis.
  8. Setelah masin-masing umak mendapatkan anak di belakangnya, umak membuat garis antar mereka sebagai tanda kekuasaan masing-masing umak daerah.
  9. Masing-masing umak mengulurkan dan berjabat tangan sebagai tanda permainan akan dimulai.
  10. Setiap umak menghitung 1-3 dan permainan dimulai dengan saling tarik menarik, dimana tim yang memasuki daerah lawan menjadi pemenang. 

Minggu, 13 Januari 2013

Tuturan kata dalam pemberian gelar komering

Bagi setiap masyarakat suku Komering, gelar (bukan gelar akademik, melainkan panggilan/nama lain) disematkan ketika orang tersebut telah menikah. Dengan kata lain, dengan adanya gelar tersebut menandakan bahwa status orang tersebut bukanlah lajang. Pemberian gelar tersebut biasanya diadakan pada saat resepsi pernikahan orang tersebut, dan dilakukan dengan suatu upacara khusus. 
Upacara pemberian gelar tersebut, diumumkan oleh para sesepuh adat dengan menggunakan bahasa Komering dan bahasa Indonesia serta diselingi dengan iringan Gong pada setiap baitnya.
Pada postingan berikut ini, penulis akan memberikan bait–bait kata yang diucapkan dalam tata cara pemberian gelar untuk masyarakat Suku Komering. Semoga bermanfaat.......



TUTURAN KATA
DALAM PEMBERIAN / PERESMIAN GELAR
DALAM BAHASA KOMERING
DAN TERJEMAHANNYA

GUNG … GUNG … GUNG … GUNG … GUNG  2X
BAHASA KOMERING
:
KALIMAN DI GUSTI POH NGUN RUMPOK – RUMPOK, PUN JAK HALUAN TI KA KUDAN, JAK RAWANG TIPA ROMPU, SIKAN DUA HAGA NUMPANG BU BANGGA PUN.
BAHASA INDONESIA
:
MOHON MAAF KEPADA HADIRIN SEKALIAN, BAIK YANG DIDEPAN HINGGA YANG DI BELAKANG, DARI PINTU HINGGA RUANGAN YANG PALING DALAM, KAMI MOHON IZIN UNTUK BERBICARA.
GUNG … GUNG … GUNG … GUNG … GUNG  2X
BAHASA KOMERING
:
KALIMAN DI GUSTI POH NGUN SAI TUHA – TUHA RAYAHNA DI SAI LAMON, SAI HORTINA SIKAN DUA JA KAKORAH RIK KAKAYON JAK SAI ANGKA JONGANAN SA PUN.
BAHASA INDONESIA
:
MOHON MAAF TERUTAMA DITUJUKAN KEPADA PARA PEJABAT, PARA SESEPUH KELUARGA, SELANJUTNYA KEPADA PARA HADIRIN SEKALIAN DIMANA KAMI TELAH DIBERI AMANAT DAN DIMINTA OLEH AHLI RUMAH YANG PUNYA HAJAT.
GUNG … GUNG … GUNG … GUNG … GUNG  2X
BAHASA KOMERING
:
KAMAHAPAN PUN, SAI HORTINA SIKAN DUA KAKORAH RIK KAKAYON LAJUNA KAPARINTAH, HAGA NORANGKO GOLAR DU TIAN TAMONG SAI AMPAI TI BOTIK KO SA PUN
YADA                 : …………………………. (NAMA SUAMI)
RIK                     …………………………. (NAMA ISTRI)
BAHASA INDONESIA
:
MOHON MAAF YANG MAKSUDNYA, KAMI TELAH DIBERI AMANAT DAN KEPERCAYAAN SERTA DIPERINTAHKAN UNTUK MENGUMUMKAN GELAR CUCUNDA YANG BARU DI NIKAHKAN
YAITU                : …………………………. (NAMA SUAMI)
DENGAN           : …………………………. (NAMA ISTRI)
GUNG … GUNG … GUNG … GUNG … GUNG  2X
BAHASA KOMERING
:
KATIONG NA PUN BOTIK SAI TUHA TUNGGUK DI SAI NGURA BAI BAKAS AMA KAMAMAN, LOBU KALAMA, TOMBAI TAMBAKAS, AHLI JAK KA RUA BOLAH PIHAK, KOK MUFAKAT HORTINA TIAN SAI AMPAI DI BOTIK KO SA, TI JUK GOLAR
GUAI DU    : (NAMA SUAMI)             GOLAR NA   : (GELAR SUAMI)
GUAI DU    : (NAMA ISTRI)                 GOLAR NA   : (GELAR ISTRI)
BAHASA INDONESIA
:
MOHON DISIMAK, BAIK YANG TUA HINGGA YANG MUDA, WANITA DAN PRIA, SELANJUTNYA PARA HADIRIN SEKALIAN YANG MAKSUDNYA, SUDAH MENJADI MUFAKAT DARI ORANG – ORANG TUA, BIBI, PAMAN, WAK, NENEK, KAKEK DARI KEDUA BELAH PIHAK, YANG MAKSUDNYA KEMENAKAN, CUCU YANG BARU DINIKAHKAN DI BERI GELAR :
UNTUK       : (NAMA SUAMI)             GELAR NYA  : (GELAR SUAMI)
UNTUK       : (NAMA ISTRI)                 GELAR NYA  : (GELAR ISTRI)
GUNG … GUNG … GUNG … GUNG … GUNG  2X
BAHASA KOMERING
:
ANA JONGAN GUSTI POH NGUN RUMPOK – RUMPOK PUN PADAI PUN, HAGA KA INJAK NA PUN GOLAR SINA, DANG MAK JADI TUAH DI TIAN, JADI CAHAYA BARITA DU SIKAM BU IWARI SA PUN.
BAHASA INDONESIA
:
DEMIKIAN UNTUK DIKETAHUI PARA SESEPUH DAN HADIRIN SEKALIAN, MOHON DI ANGKAT GELAR TERSEBUT, SEMOGA MENJADI TUAH MEREKA BERDUA, DAN JADI CAHAYA BERITA KAMI SEKELUARGA.
GUNG … GUNG … GUNG … GUNG … GUNG  2X
BAHASA KOMERING
:
RADU PAI ANTAK SIJA, WARAH – WARAH SIKAN DUA PUN, KANTU WAT SAI TIPA SINGGUL WAKTU CAKAK, TIPA ILIK WAKTU ROGOH, SIKAN DUA NGANGKAT PUNGU, NYUSUN RANGA – RANGA PULUH, KAHAMPURAAN DI GUSTI POH NGUN RUMPOK – RUMPOK PUN.
BAHASA INDONESIA
:
KAMI AKHIRI HINGGA DISINI, KIRANYA ADA YANG TERSENTUH WAKTU KAMI NAIK, DAN TERINJAK WAKTU KAMI TURUN, KAMI MENGANGKAT TANGAN MENYUSUN SEPULUH JEMARI MEMOHON MAAF KEPADA PARA PEJABAT, BEGITU PULA KEPADA PARA SESEPUH DAN HADIRIN SEKALIAN.
GUNG … GUNG … GUNG … GUNG … GUNG  2X
PRABUMULIH, 15 MEI 2011
YANG MENGUMUMKAN :
1.        Bpk. …………….         Gelar    ……………
    2.        Bpk. …………   Gelar ………………………..
   3.        Bpk. ……………..   Gelar    …………………


 Sumber : Arsip IWARI RASUAN PRABUMULIH