AGUSTIYA ADI CHANDRA.

Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman.

KAHLIL GIBRAN

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.... seperti isyarat yang tak sempat dikirim awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

BRUCE LEE

Jangan menjadi pohon kaku yang mudah patah, jadilah bambu yang mampu bertahan melengkung melawan terpaan angin.

Ir. SOEKARNO

Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca benggala dari pada masa yang akan datang.

RIWAYAT ALI BIN ABI THALIB

Jauhilah kebiasaan mengunjing karena menyebabkan tiga bencana. Pertama, doa takterkabul. Kedua, amal kebaikan tak diterima. Ketiga, dosa bertambah.

Tampilkan postingan dengan label Prabumulih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prabumulih. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Februari 2013

Lambang Prabumulih






1.      7 (tujuh) buah kasau, melambangkan Kesatuan Umat Adat dan Belido
2.      Timbangan di bawah payung, melambangkan keseimbangan antara pembangunan fisik dan moral
3.      6 (enam) lekukan atap payung, melambangkan nomor UU pembentukan Kota Prabumulih ( UU No. 6 Tahun 2001 )
4.      Motto “PRABUMULIH JAYA”, menandakan semangat masyarakat Kota Prabumulih untuk mencapai adil, makmur, sejahtera dan bersatu
5.      21 lembar daun nanas dibagian atas buah nanas dan 6 lembar daun nanas di bagian bawah, diapit oleh 17 butir padi dan 10 buah kapas, serta angka 2001 dalam ikatan pita, melambangkan bahwa UU pembentukan Kota Prabumulih Nomor 6 Tahun 2001 bulan juni (6), dan diresmikan pada tanggal 17 bulan oktober )10) Tahun 2001
6.      4 (empat) pilar yang mengapit Sake Payung Pusaka Adat Prabumulih yang disakralkan, menandakan jumlah Kecamatan di Kota Prabumulih
7.      “SEINGGOK SEPEMUNYIAN” berwarna putih, menandakan kebhinekatunggalikaan masyarakat Kota Prabumulih
8.      Lambang berbentuk jantung berwarna hijau, menandakan kesuburan dan Kota Prabumulih adalah jantung Propinsi Sumatra Selatan yang terletak di pertigaan jalan raya dan jalur lintas kereta api yang menghubungkan Palembang-Lampung
9.      Di bawah pilar penyanggah terdapat 2 aliran sungai yang berwarna biru, melambangkan Kota Prabumulih dialiri oleh 2 sungai, yaitu Sungai Rambang dan Sungai Kelekar, di bawah 2 aliran sungai tersebut terdapat 1 aliran sungai berwarna coklat, melambangkan Kota Prabumulih kaya akan minyak dan gas bumi.

Kamis, 24 Januari 2013

PEMBAGIAN WILAYAH KOTA PRABUMULIH


 

Awalnya Kota Prabumulih terdiri dari empat kecamatan yang memisahkan diri dari Kabupaten Muara Enim, yaitu Cambai, Rambang Kapak Tengah, Prabumulih Timur dan Prabumulih Barat. Kemudian setelah terbentuk kota, Kec. Prabumulih Timur dimekarkan menjadi Kec. Prabumulih Timur dan Kec. Prabumulih Utara. Dan Kec. Prabumulih Barat dimekarkan menjadi Kec. Prabumulih Barat dan Kec. Prabumulih Selatan. Berikut kami tampilkan daftar Kelurahan dan Desa di setiap kecamatan.

1.      Kecamatan Prabumulih Barat meliputi :

a.      Desa Payu Putat
b.      Desa Tanjung Telang
c.       Kel. Muntang Tapus
d.      Kel. Gunung Kemala
e.      Kel. Patih Galung
f.        Kel. Prabumulih

2.      Kecamatan Prabumulih Timur meliputi :

a.      Kel. Gunung Ibul
b.      Kel. Gunung Ibul Barat
c.       Kel. Karang Jaya
d.      Kel. Karang Raja
e.      Kel. Muara Dua
f.        Kel. Prabujaya
g.      Kel. Sukajadi
h.      Kel. Tugu Kecil

3.      Kecamatan Cambai meliputi :

a.      Kel. Sindur
b.      Kel. Sungai Medang
c.       Kel. Cambai
d.      Desa Muara Sungai
e.      Desa Pangkul

4.      Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) meliputi :

a.      Desa Jungai
b.      Desa Karang Bindu
c.       Desa Karang Mulya
d.      Desa Karangan
e.      Desa Kembang Tanduk
f.        Desa Rambang Senuling
g.      Desa Sinar Rambang
h.      Desa Talang Batu
i.        Kel. Tanjung Rambang

5.      Kecamatan Prabumulih Utara meliputi :

a.      Kel. Anak Petai
b.      Kel. Mangga Besar
c.       Kel. Pasar Prabumulih
d.      Kel. Pasar Prabumulih II
e.      Kel. Wonosari

6.      Kecamatan Prabumulih Selatan meliputi :

a.      Desa Tanjung Menang
b.      Kel. Majasari
c.       Kel. Sukaraja
d.      Kel. Tanjung Raman

   

Disadur dari berbagai sumber........


Sejarah Kota Prabumulih


Prabumulih (salah satu kota yang ada di propinsi Sumatera Selatan, Indonesia) merupakan kota kelahiran penulis. Untuk itu, sebagai bentuk kepedulian penulis pada kota kelahiran ini, maka pada blog ini dibuat secara khusus laman untuk postingan tentang Kota Prabumulih.
Dan pada postingan kali ini, penulis akan menceritakan sedikit tentang asal usul kota Prabumulih, semoga bermanfaat......

I.          Sejarah Singkat

Prabumulih berasal dari kata Mehabung Uleh yang berarti tanah yang meninggi. Dari berbagai sumber yang penulis dapatkan bahwa sekitar ±400 (ada yang menulis 250) tahun yang lalu, ada sebuah dusun (Lubuk Berenai) yang terletak di pinggir Sungai Kelekar yang dipimpin oleh Riye (kerio) Budin Susukan. Pada suatu hari Riye Budin mengutus empat bersaudara yaitu Minggun, Dayan, Risek dan Jamih untuk berjalan ke arah barat dusun Lubuk Berenai menuju hutan belantara mencari tanah yang nantinya akan dijadikan negeri dengan cara tenung, tanah yang akan dijadikan negeri ialah tanah yang tidak subur dan banyak binatang buasnya.
Kemudian sampailah mereka ditempat yang bernama Bulu Mike, tanah yang meninggi, keempat bersaudara tersebut melakukan sedekah rimbe. Tanah digali di dekat Bulu Mike dan dimasukkan ke dalam kulak kayu tempat bertenung. Lalu tempat tersebut di kikis rata dengan permukaan setelah itu Dayan melakukan persedekahan kepada Tuhan agar diberi petunjuk agar tanah tersebut bisa digunakan sebagai negeri baru.Setelah selesai dimantrakan, kulak kayu tersebut ditutup dan persembahan tersebut dimasukkan ke dalam lubang tanah. Setelah beberapa hari tanah tersebut mehabung (meninggi). Setelah melihat keadaan tersebut lalu keempat bersaudara itu berkata,”Mehabung, ule kite tanahnye mehabung”.
Maka setelah disepakati bersama, tempat tanah yang digali empat bersaudara dibuat rumah dengan membelakangi 4 pematang yang dapat juga disebut 4 kampung pematang,Bungin,Anggun Dilaman,Kumpai Ulu dan Karang Lintang,kemudian nama Mehabung Ule diganti dengan Pehabung Ule atas keputusan bersama. Pada zaman Belanda Pehabung Ule diganti menjadi Peraboeng Ngoele dan pada zaman Jepang menjadi Peraboe Moelih, kemudian berubah kembali dengan ejaan yang disempurnakan Pemerintah menjadi Prabumulih. Kata Prabumulih pun sampai sekarang masih digunakan.

II.        Profil Kota Prabumulih

Kota Prabumulih dibentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No.6 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Prabumulih dan diresmikan menjadi Pemerintah Kota pada tanggal 17 Oktober 2001
Posisi                      :    3°20’09,1”- 3°34’24,7” LS dan 104°07’50,4”-104° 19’41,6” BT
Luas Wilayah         :    43,450 HA
ketinggian              :    ± 34 meter dml
curah hujan            :    1.850 mm/tahun
luas wilayah           :    43.450 Ha.
Jarak                     :   Prabumulih – Palembang  : 97 Km
                                 Prabumulih – Muara Enim : 87 Km

III.      Batas Wilayah Kota Prabumulih

-     Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim.
-     Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Lembak dan Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Muara Enim.
-     Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Lembak dan Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.
-     Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim.


Di sadur dari berbagai sumber dengan perubahan yang disesuaikan....