- Anggota permainan ini minimal 10 orang atau lebih.
- Menentukan masing-masing pemimpin “Umak” untuk 2 tim.
- Setiap umak telah memiliki 1 kata kunci pilihan, seperti: “Mobil atu Rumah”.
- Masing-masing umak merentangkan tangan ke depan sehingga membentuk suatu terowongan yang akan dilalui oleh anggota permainan ini.
- Setiap anggota melewati terowongan yang telah dibuat oleh umak sambil menyanyikan lagu “Tam-Tam Duku Selereng Tanggal Satu Mata Bening Mata Hantu Anak Belakang Copot Hantu”.
- Setelah lagu selesai dinyanyikan, ke dua umak merapatkan tangan untuk menangkap anggota permainan yang akan ditanya dengan 2 pilihan kata kunci yang telah dipilih oleh masing-masing umak. “Mau Rumah atau Mobil?”.
- Anggota permainan yang telah memilih kata kunci dari salah satu umak manjadi anak dari umak dan ikut di belakang umak. Hal ini dilakukan berulang kali sampai anggota permainan habis.
- Setelah masin-masing umak mendapatkan anak di belakangnya, umak membuat garis antar mereka sebagai tanda kekuasaan masing-masing umak daerah.
- Masing-masing umak mengulurkan dan berjabat tangan sebagai tanda permainan akan dimulai.
- Setiap umak menghitung 1-3 dan permainan dimulai dengan saling tarik menarik, dimana tim yang memasuki daerah lawan menjadi pemenang.
AGUSTIYA ADI CHANDRA.
Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman.
KAHLIL GIBRAN
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.... seperti isyarat yang tak sempat dikirim awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
BRUCE LEE
Jangan menjadi pohon kaku yang mudah patah, jadilah bambu yang mampu bertahan melengkung melawan terpaan angin.
Ir. SOEKARNO
Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca benggala dari pada masa yang akan datang.
RIWAYAT ALI BIN ABI THALIB
Jauhilah kebiasaan mengunjing karena menyebabkan tiga bencana. Pertama, doa takterkabul. Kedua, amal kebaikan tak diterima. Ketiga, dosa bertambah.











